SD ISLAM ISTIQOMAH UNGARAN – Mentari pagi di pertengahan Maret 2026 menyambut langkah kaki ratusan siswa SD Islam Istiqomah. Dengan pakaian muslim yang rapi, para siswa dari kelas 1 hingga 6 berbondong-bondong menuju Masjid Jami’ Istiqomah. Suasana tenang seketika berubah menjadi syahdu saat lantunan doa dan shalat Dhuha berjamaah dimulai, menandai dibukanya rangkaian Pesantren Ramadhan yang digelar pada 12-13 Maret 2026.
Menanam Benih Adab sejak Dini
Kamis (12/3), menjadi hari yang padat akan ilmu. Di sudut ruangan kelas bawah, jemari mungil siswa kelas 1 dan 2 tampak tekun menggoreskan pensil, merangkai huruf demi huruf hijaiyah sembari sesekali melantunkan hafalan surat pendek (tahfidz).
Metode Mudah Menjaga Kalam Ilahi
Memasuki hari kedua, Jumat (13/3), fokus kegiatan bergeser pada interaksi yang lebih intens dengan Al-Qur'an. Jika kelas 1 sampai 3 disibukkan dengan kegiatan menyalin ayat-ayat suci untuk melatih kedekatan visual dengan mushaf, lain halnya dengan apa yang terjadi di aula utama.
Siswa kelas 4, 5, dan 6 tampak terpaku menyimak paparan Ustadz Sigit Parmanto. Beliau membagikan rahasia besar: "Menghafal Al-Qur'an dengan Mudah". Lewat teknik-teknik praktis yang menyenangkan, Ustadz Sigit mencoba mendobrak stigma bahwa menghafal adalah beban. Sebaliknya, menghafal adalah sebuah petualangan spiritual yang membahagiakan.
Dua hari kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan di bulan suci. Pesantren Ramadhan SD Islam Istiqomah telah menjadi ruang bagi para siswa untuk meneguk sari pati ilmu, memperbaiki ibadah, dan yang terpenting: menanamkan Al-Qur'an di dalam dada mereka.



