SD Islam Istiqomah – Memulai tahun ajaran baru 2026/2027 dengan semangat kolaborasi, SD Istiqomah sukses menyelenggarakan dua agenda besar sekaligus secara paralel pada Minggu (11/7/2027) pagi. Kegiatan tersebut adalah Outbond Siswa Kelas 1 yang bertempat di Ek. Edupark Agro Karanggeneng, Gunungpati, serta Pertemuan Guru dan Orang Tua (PGOT) yang bertempat di Aula Masjid Jami' Istiqomah.
Dimulai tepat pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, kedua acara ini dirancang untuk menyelaraskan kesiapan siswa baru dan orang tua dalam memasuki jenjang sekolah dasar.
Ceria di Alam Open: Bangun Kecerdasan Emosional Lewat Outbond
Di kawasan hijau Ek. Edupark Agro Karanggeneng, suasana riuh dan ceria tampak dari wajah-wajah siswa baru kelas 1. Bukan sekadar bermain, kegiatan outbond ini dirancang khusus untuk membangun kecerdasan emosional (EQ) dan sosial antarteman baru melalui berbagai permainan kelompok (team building).
Melalui aktivitas luar ruangan ini, para siswa diajak untuk belajar mandiri, saling mengenal, mengasah komunikasi, dan menumbuhkan rasa percaya diri di lingkungan yang baru.
Sinergi PGOT: Menyamakan Frekuensi demi Tumbuh Kembang Anak
Sementara anak-anak asyik beraktivitas di alam, para orang tua murid berkumpul di Aula Masjid Jami' Istiqomah untuk mengikuti PGOT. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah SD Istiqomah, Bp. Masykur, S.Pd.I, yang memaparkan visi dan misi besar sekolah dalam mendidik generasi masa depan.
Untuk memberikan gambaran utuh mengenai proses belajar-mengajar ke depan, para wakil kepala sekolah dan humas turut memaparkan program teknis secara mendalam:
- Program Kurikulum: Disampaikan oleh Waka Kurikulum, Bapak Ali Sujiono, S.Pd.
- Teknis Perlengkapan Kelas 1: Dipaparkan oleh Ibu Gunarti, S.Pd, mengenai apa saja yang perlu disiapkan orang tua untuk mendukung anak di kelas.
- Komunikasi Sekolah-Rumah: Dijelaskan oleh Bapak Estu Pitarto, S.Pd, MOS, selaku Humas Sekolah untuk memastikan jalur informasi berjalan dua arah dengan baik.
"Orang tua tidak segalanya, sekolah tidak segalanya, anak tidak segalanya,
Ini menandakan bahwa kita ini makhluk, maka peran kita harus kolaborasi."— Prof. DR. Muh Saerozi, M.Ag (Ketua Majelis Pendidikan Yayasan Istiqomah)
Pentingnya "Kecerdasan Ketahanmalangan" (Adversity Quotient)
Hadir sebagai pembicara utama, Ketua Majelis Pendidikan Yayasan Istiqomah, Prof. DR. Muh Saerozi, M.Ag, memberikan pesan mendalam bagi para orang tua. Beliau menyoroti pentingnya melatih kecerdasan ketahanmalangan (adversity quotient) pada anak sejak dini agar mereka tidak rapuh saat menghadapi tantangan hidup.
"Yang paling berbahaya bagi anak adalah jika orang tua menyingkirkan semua batu di jalan agar anak bisa berjalan nyaman dan lancar," tegas Prof. Saerozi.
Beliau juga mengingatkan bahwa anak bukanlah segalanya yang membuat orang tua harus bersikap overprotective. Diperlukan kerja sama yang erat antara pihak sekolah dan rumah.
"Dalam kolaborasi, kita harus ketemu raganya, ketemu pikirannya, dan ketemu hatinya. Ini membutuhkan pertemuan langsung, penyamaan persepsi, dan frekuensi hati," tambahnya. Sinergi inilah yang menjadi kunci utama agar visi sekolah dalam mewujudkan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan ketahanan malangan pada anak dapat tercapai seutuhnya.
Bagi orang tua yang ingin membaca kembali atau mengunduh materi pemaparan lengkap dari kegiatan PGOT hari ini, silakan mengakses tautan berikut:




